CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 22 April 2009

Holidays In The Parung Part 2

Langit gelap menghiasi angkasa luas dan bulan bersipuh malu menampakkan sedikit wajahnya, serta malam yang sunyi. Kami tiba di Villanya Acad kira-kira jam 11 malam dan langsung di sambut hangat oleh pemilik rumahnya. Sesampainya di dalam kawasan villa, Kamipun langsung bergegas memarkirkan motor kami di tempat parkir yang di sediakan. Dan untungnya kami tidak memperoleh karcis masuk sama penjaganya, jadi kalau kita keluar gak perlu menunjukan STNK (Yaialah, secara kami tidak parkir di Mall).

Ketika sudah memasuki Villa kita semua kompak untuk segera menaruh tas dilanjutkan duduk santai. Kayaknya emang pada capek setelah melewati rintangan dan tantangan selama perjalanan. Ketika duduk, kami semua mendengar suara-suara. Suara-suara itu semakin lama semakin keras dan semakin tidak karuan. Seketika kami terdiam dan mulai merenung. Suara apakah gerangan disana? Angin di luar pun sedikit menusuk tulang, langit semakin gelap, dan semakin menampakkan sesuatu yang aneh. Setelah kami dengar dengan baik-baik dan seksama ternyata suara-suara itu keluar dari perut kami semua. Hahahhah.


Ternyata para cacing dalam perut telah berdemo besar-besaran, menandakan kami semua harus mencari makan agar suara-suara di negara perut kembali damai. Kami pun mengutus Very dan Wiguna yang tampaknya paling laper dari semuanya untuk pergi mencari obat penawar bagi penyakit lapar. Mereka pun langsung bergegas mencari makan di luar. Setelah beberapa saat mereka pun datang membawa obat penawarnya, seketika kami senang karena cacing-cacing dalam perut akan berhenti berdemo. Obat penawarnya kali ini adalah ”Mie Ayam”, seketika sampai di meja makan dan hanya beberapa menit saja habis tak tersisa(kecuali bungkus mie dan plastik). Ternyata memang kebiasaan bawaan dari lahir kami semua belum bisa menaklukan cacing-cacing yang meronta-ronta di dalam perut (Karena kami memang doyan makan).

Kami semua pun sepakat untuk mengadakan ritual bakar ayam untuk kesejahteraan perut kami semua. Kami langsung sibuk mempersiapkan untuk ritual bakar ayam dengan dibantu pemilik rumah. Proses ritualpun dilangsungkan dan belakang villa. Disaat kami sedak bersibuk-sibuk ria dengan ritual bakar ayam, namun ternyata terdapat rekan kami yang sudah tepar yaitu Roby, Wiguna, dan Kayis. Setelah proses bakar-bakaran kami pun langsung melahap dan menyantap ayam bakar dengan seketika saja. Bagi yang lagi tidur kami tidak bangunkan karena akan mengurangi jatah kami untuk bisa menikmati ayam bakar. hehehee... Roby,Kayis dan Wiguna masih tampak indah bermimpi indah tidak menyadari kesenangan yang kami lakukan. Namun seketika Wiguna bangun mendengar kami yang berisik sibuk mengurusi ayam. Dengan Wajah masih ngantuk dan nyawa belum terkumpul Wiguna langsung menghampiri kami untuk ikutan menyantap ayam tersebut. Ternyata semua kecewa dengan bangkitnya Wiguna dari kuburnya , karena mengurangi jatah kami. 3 potong ayam yang masih hangat dan lezat itu seketika menghilang karena dengan lahap kami menyantapnya.

Lalu ritual bakar ayam pun telah selesai. Kami bersih-bersih untuk segera tidur tapi karena malam itu ada pertandingan liga Champion yaitu pertandingan Chelsea VS Liverpool, kami tidak jadi langsung tidur melainkan menonton tv dahulu. Tapi ada juga yang langsung tidur. Pertama -tama masih banyak yang menonton pertandingannya, lama kelamaan satu per satu dari kamipun berguguran karena kelelahan dan kami pun tidur semua.


ZZzzttttzzzzz...




Pagi pun telah tiba tapi matahari masih belum tampak di ufuk timur dan langit terlihat masih gelap. Namun ada yang aneh yaitu biasanya ayam telah berkokok di waktu fajar tapi kali ini Aqso berkokok membangunkan kami semua untuk segera mengerjakan sholat subuh. Aqso pun berusaha untuk membangunkan kami dengan jurus andalannya "bawel hingga mulut berbusa" (emangnya deterjen??) Karena kelakuannya, Aqso kami beri apresiasa dan penghargaan yaitu ”Jadwal sholat berjalan dan Marbot keliling” (gak jelaz yah). Sebab ketika waktu sholat tiba Aqsolah yang mengingatkan kami semua untuk segera sholat. Kami pun masih susah untuk di bangunkan Aqso boleh berbangga hati karena Wiguna pun bangun dan langsung membantu Aqso membangunkan teman-teman yang lain untuk segera sholat. Namun hasilnya nihil. Tapi untungnya Very terbangun, dan akhirnya Aqso,Very dan Wiguna pun sholat shubuh berjamaah.

Setelah sholat berjamaah tersebut selesai, yang lain baru bangun dan langsung cuci muka lalu sholat. Setelah semua sudah mengerjakan sholat kami sepakat untuk mancing di kolam. Kolamnya terletak di belakang rumah dan juga ada pendopo untuk kita santai sambil mancing ikan di kolam. Setelah beberapa saat kami mancing akhirnya dovki mendapat seekor kepiting kecil dari kailnya. Nah anehnya hasil tangkapan tersebut tidak ada yang berani untuk memisahkan kail dari kepiting malang tersebut (Sungguh kasihannya kepiting itu). Untungnya ada bolang dari Bali, He is Putu. Dialah yang melepas kail dari kepiting itu. Setelah beberapa saat Dovki merasa pancingannya di sambar ikan lagi, ternyata betul ikan memakan umpan dari Dovki. Setelah beberapa saat bertarung dengan ikan akhirnya Dovki berhasil menaklukkan ikan tersebut. Sialnya ikannya kecil jadi kami serempak menyatukan hati dan pikiran and says ”ahhhhhh”. Tapi kami cukup senang karena bisa menangkap ikan dari pada gak ada ikan sama sekali yang nyantol di kail kami. Betul ga..!!

Lelah kami memancing kami pun kembali berkumpul di lantai 2 untuk membicarakan apa acara kita pada hari ini. Suasana hening seakan semua berpikir (inget bukan berfpikir yang jorok loh..!!). Ide pun keluar dari Vino, Ia mengajak kami semua untuk pergi ke Kebun Raya Bogor. Kami pun setuju dengan ide itu. Kami pun Bersiap-siap untuk pergi kesana. Setelah semua siap kami pun berangkat.

Selama perjalanan kami disajikan pemandangan hijaunya pepohonan di sebelah kanan dan kiri kami. Kami bercanda ria selama berjalanan dan mengabadikannya dengan melakukan rekaman lewat HP. Semua tampak senang selama perjalanan tapi setelah tiba di Kebun Raya Bogor Kami langsung menekuk muka dan kecewa sekali. Kami kecewa karena harga tiket masuknya mahal cuy..!! coba anda bayangkan, motor dan penumpang 2 orang harganya Rp.21.000 sebab dalam pikiran kami semua tiket masuknya berkisar di bawah Rp.5.000 tapi kok bisa mahal kayak gitu. Jangan-jangan gara-gara Pemilu (gak nyambung yah?). Kami langsung protes sama Vino, Vino pun kami aniaya bersama–sama. (Hahahaha, itulah balasan dari kelakuanmu Vino!!, Hahaha..)

Perasaan kecewa pun kami coba tanam dalam lubuk hati dan kami munculkan suasana yang bersahabat dan riang. Pertama yang kami lakukan disana yaitu mencari denah Kebun Raya untuk melihat tempat –tempat yang menarik disini. Tapi kami memutuskan untuk keliling melihat hijaunya daun dan sejuknya suasana Di Kebun Raya walaupun saat itu pada siang hari. Lalu kami menyambangi Bunga Bangkai yang konon katanya terkenal banget dan menjadi ciri khas Kebun Raya. Tapi sialnya kami tidak bisa melihat bunga Bangkai saat mekar karena bunga bangkai masih proses perkembangan jadi Bunga bangkainya kayak pohon kecil biasa yang dipinggir jalan, sekali lagi kecewa.”ahhgggg”. (Vino, penganiayaanmu belum berakhir!!)

"Segerombolan anak hilang di Kebun Raya Bogor"

Lalu kami melewati makam Belanda yang bisa di bilang unik dan gede banget makamnya dan rata-rata usia makam sudah ratusan tahun. Tapi Ada kejadian yang lucu saat itu saat kami melihat-lihat nama-nama makam yang di kubur di sana salah satu dari kami melihat cewe kbule seksi seketika kami kompak melototi cewek bule itu hingga kecewa hati hilang entah kemana. Dia seakan bidadari yang turun dari langit pake parasut. Kami kembali bersemangat dan gairah kami telah kembali terkumpul. Mata kami hanya terpaku sama cewek bule itu hingga tidak ada waktu untuk kedip dan menyia-nyiakan waktu untuk melihat hal yang lain. Selama ada cewek bule itu kami semua hanya terpaku padanya, hingga waktu memisahkan kami dengan bule tersebut. Setelah cewek bule seksi itu pergi kami lanjutkan foto-foto di makam (iihh serem).

Waktu sholat dzuhur pun tiba kami pun mencari mushola untuk segera melaksanakan sholat. Tapi kami istirahat terlebih dahulu di pinggir kolam sambil melepas lelah setelah berjalan-jalan. Aqso kembali bawel lagi menyuruh kami untuk segera sholat kami pun semua di omelin sama Aqso, baru kami mau bergerak tapi cuman geser ke sebelah donk (kira-kira hanya 5 cm dari tempat awal). Aqso pun kembali ngomel-ngomel lagi, menyuruh kami untuk segera sholat. Sekali lagi kami pun bangkit dan satu..dua..tiga... "berbaring disamping kolam / tiduran”. Kami pun membuat kesal Aqso. heheeehehe. Tapi untungnya malaikat tumbuh didalam hati Wiguna. Seketika Wiguna dan Aqso melakukan penggabungan dan berubah menjadi ”Gotenks” (Ahhh, emang Dragon Ball). Aqso dan Wiguna menyuruh kami untuk segera sholat lalu kami dengan menekuk muka langsung berjalan menuju Mushola.


"gerombolan tuyul yang bersantai-santai ria di tepi kolam"

Setelah tiba di Mushola kami langsung sholat berjamaah. Selesai sholat kami merasa lelah sekali dan memutuskan untuk istirahat di mushola. Waktu kami habiskan untuk beristirahat di sana, Lama sekali kami di sana. Hingga langit mulai mendung seakan mau hujan. Kami pun Memutuskan untuk kembali ke Villa. Meskipun kami baru mengunjungi beberapa tempat saja di Kebun Raya, dan dikarenakan kami lelah dan cuaca yang kurang bersahabat kami langsung bergegas untuk kembali ke villa. Gas di tancap dan mengebut, buttttt. Selama perjalanan kami membicarakan tentang Di Kebun Raya karena kami ke Kebun raya hanya untuk numpang sholat. Sebagian waktu di sana kami habiskan di mushola untuk mengobrol dan beristirahat.

Perjalanan pulang pun kami tempuh lebih cepat karena kami harus menghindari hujan yang siap membasahi kami. Tapi ketika sudah memasuki Parung, cuaca kembali bersahabat. Di perjalanan Wiguna bermaksud membeli Stop kontak untuk bermain PS Di Villa, Kami pun berhenti di toko elektronik dan membeli Stop kontak dan Batu Baterai agar kami bisa main PS di Villa nanti. Saat itu, salah satu dari kami berniat untuk pulang terlebih dahulu yaitu Kayis. Karena Rumahnya Kayis tinggal naik Angkot sekali langsung sampe di Depok. Lalu Kayis pun turun dari motor dan bergegas kembali ke Depok. Kami pun juga kembali ke villa yang sudah tidak jauh lagi. Beberapa menit kemudian kami pun sampai di Villa dengan lelah dan capek. Berharap Hari selanjutnya menjadi Liburan yang mengasikkan.



To be continue...

Kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan untuk menghabiskan waktu di Villa?
Apakah stop kontak yang mereka beli bisa berguna?
Adakah Hal lucu yang mereka perbuat selama di sana ?
Penasarankan tunggu yah di Part 3. terus ikutin cerita kami.Bye...



0 komentar:

Posting Komentar